7 Tren Industri Telko Indonesia Tahun 2012

Tahun ini diprediksi bakal menjadi era mobile broadband. Khusus untuk Indonesia, pertumbuhannya diramalkan bakal melonjak sampai 150%. Fantastis bukan? Angka tersebut dikatakan Hardyana Syintawati, VP Marketing and Communications Ericsson Indonesia, pada press gathering kemarin di Jakarta.

Hardyana memaparkan juga setidaknya ada sembilan tren lain yang akan meramaikan industri telekomunikasi Indonesia tahun ini. Isu-isu tersebut diuraikan dari 5 aspek, yang meliputi users, device & apps, operators, networks, dan industri telekomunikasi secara umum. Apa saja? kami merangkumkannya menjadi lebih spesifik menjadi hanya tujuh isu. Berikut laporannya.

Pengguna Mobile Broadband Naik 150%
Inilah isu paling hot dalam jumpa pers tersebut. Angka 150% didapat dari penambahan pelanggan mobile internet baru sebanyak 90 juta, dari 60 juta (akhir 2011) menjadi 150 juta (prediksi akhir 2012).

Angka tersebut dikatakan Hardyana, disebabkan infrastruktur internet kabel di Indonesia yang kurang mendukung. Sehingga internet nirkabel menjadi satu-satunya solusi yang tepat. Sementara disisi lain harga perangkat bergerak pun semakin terjangkau, dan jangkauan layanan data operator juga semakin luas.

Aktivasi SIMcard Baru Masih Tumbuh
Saat ini penetrasi aktivasi SIMcard di Indonesia sudah menyentuh 100%. Artinya, total nomor seluler yang beredar sudah melebihi jumlah penduduk. Ketua ATSI, Sarwoto, di ajang Markplus Conference 2011 kemarin lalu, mengatakan bahwa pertumbuhan nomor SIMcard baru akan bergerak stagnan, namun pihak Ericsson justru meramalkan sebaliknya.

“Munculnya perangkat baru, seperti tablet pc, mifi, modem dongle, akan memicu pengguna lama mengaktivkan nomor baru tanpa meninggalkan SIMcard lama”, jelas Herdyana. Ditambahkan Hardyana, total SIMcard yang beredar di Indonesia pada akhir tahun 2012 diramal akan menembus 300 juta.

Aktivitas Online Akan Semakin Produktif
Jika selama ini aktivitas pengguna internet di tanah air didominasi oleh kegiatan-kegiatan konsumtif, kedepannya tren tersebut diperkirakan bakal beralih pada aktivitas-aktivitas yang produktif. Kegiatan bermanfaat tersebut bisa terjadi dimana saja, baik itu pada situs independen, atau pun jejaring sosial semisal Facebook, Twitter, Kaskus, atau Multiply. Herdyana mencotohkan aktivitas produktif tersebut seperti dagang online, promosi online, dan lainnya.

Operator Seluler Dituntut Tawarkan Layanan Baru
Perang tarif akan dihindari operator. Dan dengan semakin maraknya smartphone yang menawarkan layanan berbasis data, operator bakal dituntut untuk menciptakan layanan baru yang inovatif. Konten-konten yang ditawarkan juga tidak hanya terbatas pada wacana teknologi, namun bisa hasil kerjasamanya dengan perusahaan di luar industri seluler. Contohnya dengan perbankan dengan menghasilkan mobile payment.

ARPU Semakin Terdorong Turun
Average revenue per unit atau konsumsi pulsa perpelanggan dalam sebulan, diprediksi kuat bakal semakin kecil. Tidak disebutkan dengan pasti angka perubahannya. Kendati demikian pendapatan operator dikatakan Hedyana masih akan tertolong dengan bertambahnya jumlah pelanggan.

Perluasan Dan Kualitas Jaringan Akan Digenjot
Perluasan jaringan mencakup pergelaran teknologi 2G ataupun 3G. Sementara perbaikan jaringan akan dilakukan melalui cara memodernisasi teknologi dan cara Hetereogeneous Network. Teknik HetNet akan berguna untuk menambah cakupan jaringan, meningkatkan kinerja, dan mengurangi kemacetan trafik data di BTS.

LTE dan Data Explotion
Banyak pertanyaan seputar adopsi teknologi 4G di Indonesia, khususnya LTE. Herdyana menjawab, “secara teknologi maupun dukungan frekuensi, LTE sudah bisa digelar di Indonesia. Jadi, bisa atau tidaknya, tinggal menunggu regulasi dari pemerintah”.

Dengan prediksi bakal terjadi peningkatan konsumsi data secara besar pada tahun ini, pihak Ericsson memperkirakan adopsi LTE di bumi pertiwi akan lebih cepat dari rencana awal. Melalui tambahan frekuensi dan alokasi refarming? Kita lihat nanti.

Penulis : Uteng Iskandar

 

Leave a Reply