JAKARTA, SELASA - Nokia tidak akan membatasi waktu untuk penggantian baterai BL-5C produksi Matsushita Battery Industrial Co.Ltd. of Japan yang berisiko menghasilkan panas berlebih (overheating) pada saat disi ulang. Baterai jenis ini dipakai di berbagai tipe ponsel Nokia.
"Nokia menerima penggantian baterai tersebut mulai dua minggu yang lalu atau setelah ada pengumuman dari Nokia. Kami tidak membatasi waktu penggantian, pokoknya sampai baterai tersebut habis terganti," kata Corporate Communication Nokia Indonesia, Regina Hutama, kepada Antara di sela-sela peluncuran ponsel Nokia 6110 Navigator, di Jakarta, Selasa (28/8).
Regina menjelaskan penggantian baterai BL-5C tersebut dikoordinasikan langsung oleh kantor pusat Nokia di Finlandia. Pengguna baterai tersebut berhak memperoleh penggantian baterai dengan cara mendaftarkan diri di situs yang telah disediakan atau menghubungi contact center terdekat.
"Cara penggantian dengan mendaftarkan diri, mengisi alamat, kemudian akan dikirim baterai pengganti dari Nokia global, lalu batere yang lama agar dikembalikan dengan diposkan lewat amplop yang telah diberi oleh Nokia," terang Regina.
Sampai saat ini, dia belum mengetahui berapa jumlah baterai BL-5C yang telah diganti oleh Nokia pusat dan berapa jumlah baterai tersebut yang berasal dari Indonesia. "Ada penggantian baterai dari Indonesia, tetapi saya tidak tahu berapa jumlahnya," kata Regina.
Dia juga mengatakan, banyak pemilik ponsel Nokia di Indonesia yang datang ke Nokia Center untuk mengecek apakah baterai dari ponselnya tersebut merupakan batere BL-5C.
Sebelumnya, Nokia menemukan dan memberitahukan adanya 1.000 insiden di seluruh dunia mengenai panas berlebih (overheating) saat pengisian baterai (charging) dari 46 juta baterai seri BL-5C produksi Matsushita Battery Industrial Co.Ltd. of Japan kurun waktu antara Desember 2005-November 2006 untuk ponsel Nokia.
Overheating terjadi karena arus pendek pada waktu pengisian daya (charging), dan menyebabkan baterai terlepas dari tempatnya. Namun hal tersebut tidak dilaporkan berisiko terjadi pada penggunaan selain isi ulang.

