Uji
Motorola W218: Senter yang Merepotkan
Artikel terkait

Beri Komentar

RSS Feed


Beri Rating :
Senin, 24 September 2007 | 16:10 WIB

Penampilan mirip dengan seri W210 terdahulu. Tapi jika W210 garisnya ada di depan, yang ini garisnya ada di samping. Selain itu, yang ini navigasinya bergambar titik, bukan panah. Casing berpermukaan matte terlihat bersih, kecuali bagian layar dan keypad yang mengilap itu. Secara keseluruhan, warna hitam dikombinasi garis perak terlihat klasik dan cantik.

Tombol-tombol cukup empuk dipencet, meski berbahan plastik. Keypad dilengkapi backlight yang memudahkan melihat tombol di tempat gelap. Tombol angka tersusun lumayan rapat, tapi masih cukup mudah dipencet.

Tombol menu kiri menuju Pengaturan, sementara menu kanan menuju Pesan. Secara default, ponsel ini memang menggunakan bahasa Indonesia. Yang terbiasa menggunakan bahasa Inggris, bisa mengubahnya dari Pengaturan/Settings, Aturan awal/Initial Setup, Bahasa/Language, dan pilih Inggris.

Navigasi 4-arah menjadi pintasan ke empat aplikasi; secara default, atas ke Messages, bawah ke Contacts, kiri ke Recent Calls, kanan ke Ring Styles. Namun pintasan navigasi 4-arah maupun tombol menu kiri-kanan tetap dapat diubah setting-nya dari menu, Personalise/Personalisasi, Home Screen/Layar utama, Home Keys/Tombol utama.

Tombol End Call juga berfungsi sebagai tombol On/Off. Ponsel tak bisa digunakan bila kartu SIM tak terpasang. Untuk mengunci atau membuka keypad, pencet menu (tombol tengah navigasi), lalu pencet tombol *. Penguncian bisa diotomatiskan dari Settings, Security, Lock Keypad Timer, dan pilih Off, 15 seconds, 30 seconds, atau 1 minute. Tombol # menjadi pintasan untuk mengubah Ring Styles. Pencet tahan sampai mendapatkan moda yang diinginkan.

Di bagian belakang bodi ada kamera VGA yang dilengkapi 4x zoom. Tidak ada tombol khusus untuknya. Jadi kita harus mengaksesnya dari Multimedia, Camera. Saat kamera aktif, di layar ada panduan navigasi kiri-kanan untuk zoom dan atas-bawah untuk brightness. Hanya untuk memotret foto, setting kamera tergololng standar.

Ada radio, yang seperti biasa baru dapat digunakan bila earphone terpasang.

Lubang earphone dibedakan dengan lubang charger. Lubang earphone berada di kiri atas bodi, sedangkan lubang charger ada di kanan atas bodi. Ada speaker tambahan di belakang bodi, sebelah bawah. Suara sebetulnya lumayan nyaring dan jernih. Namun karena posisi speaker yang agak ketutupan tangan, jadi terkesan teredam.

Seperti pendahulunya, ponsel ini pun dapat dijadikan senter. Pilih Extras, Lantern, dan layar akan langsung putih terang sampai waktunya habis; atau sampai kita pencet sembarang tombol untuk menghentikannya. Lamanya waktu senter diatur dari Settings, Initial Setup, Lantern, lalu pilih 30 seconds, 1 minute atau 2 minute. Pun sama seperti yang terdahulu, tak ada pintasan yang disediakan Motorola untuk fasilitas ini. Jadi, kita harus bikin sendiri pintasannya.

DENGAN KATA LAIN...

Adanya kamera VGA jelas merupakan kemajuan berarti dibanding yang terdahulu, meski hanya bisa digunakan untuk memotret. Ketiadaan memori tambahan mungkin akan mengganggu. (Septyarini)

Plus: Senter
Minus: Kamera hanya untuk memotret, tidak bisa video

Rival:
Sony Ericsson K220i (GSM dualband, memori internal 2MB, inframerah, kamera VGA, radio, WAP 2.0, SMS/MMS)

Spesifikasi:
Rilis : Agustus 2007
Harga : Rp. 799.000
Jaringan : GSM 900/1800 MHz
Bentuk : Bar
Dimensi : 108x45x15? mm
Bobot : 80 gram
Batere : Li-Ion 3.7 V
Waktu siaga :
Waktu bicara :
Layar : 1,6 inci, TFT, 128x128, 65 ribu warna
Memori internal : 1M
Memori tambahan : Tidak ada
Konektivitas antar peranti : -
Konektivitas internet : -
Kamera : VGA, 4x zoom
Radio : Ada
Ringtone : polifonik
Phonebook : 500 entri
Messaging: SMS, 750 entri
Aplikasi: Game (Rebels, Crazy, Football), Calculator, Alarm Clock, Datebook, Stop Watch, Lantern
Isi paket: Charger, headset, manual

1 Komentar
Halaman  1  
Awan Prastowo, SH | 2008-06-04 13:55:37
Ini juga, kalau belum siap untuk diekspos lebih baik jangan dimuat, kalau sudah bisa dicantumkan semua spesifikasinya juga harus disertai kelengkapan dalam pencantuman gambarnya, atau malah mungkin gambarnya masih dibuat atau masih dalam taraf pengerjaan, alias cuma ide semata hanya mengejar target komentar dan pertanyaan kapan ponsel ini bisa didapatkan di bumi indonesia, tapi sebenarnya barangnya memang belum dan tidak pernah ada.
Beri Komentar

Security Code
Uji
Haier N60: Kamera Video dengan Sentuhan
Mencoba menggarap segmen multimedia, Haier mengeluarkan ponsel kamera video berlayar sentuh yang cukup menarik perhatian.
Motorola W218: Senter yang Merepotkan
Seperti pendahulunya W210, ponsel ini pun dapat dijadikan senter dengan tambahan kamera VGA.
esia-LG ID3100
LG KG195
K-Touch V908
Berita
Koran Versi M sebagai VAS Masa Depan
Dear Pengiklan, Sebagai pengiklan penting di Chicago Tribune, saya menulis untuk menginformasikan Anda bahwa perusahaan induk kami, Tribune, hari ini mengumumkan keputusan strategis untuk merestrukturisasi utang dan untuk mengajukan perlindungan sesuai d
Sorotan
Pamerkan video favorit ke penerima telepon
Operator keasyikan meraup keuntungan ring back tone, yang hanya bisa memamerkan lagu pilihan ke nomor tujuan. Padahal, ada yang lebih canggih! Anda bisa memamerkan video pilihan ke nomor tujuan, yang bisa diganti-ganti sesuka hati
© 2007 - Sinyal - All rights reserved -- Developed by Kompas Cyber Media